Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

TANAMAN HIAS "Acalypha"


Akalipa adalah kelompok semak berkayu yang mempunyai pertumbuhan cepat. Tanaman ini tidak cocok diletakkan dalam ruangan. Tanaman ini butuh kelembaban tinggi. Kondisi udara yang kering akan menyebabkan daun gugur dan munculnya serangan tungau merah. Agar tanaman tetap dalam kondisi vigor perlu dilakukan pemangkasan secara teratur setiap tahun, pemangkasan dilakukan sampai ½ ukuran. Bunga yang mati dan bunga yang muncul pertama sebaiknya dibuang.
Tipe:
  • Acalypha hipsida = Chenille Plant = Red Hot Castail, belukar dengan tinggi 6 kaki, bunga biasanya berwarna merah, varietas Alba bunganya berwarna putih.
  • Acalypha wilkesianan = Copperleaf = Daun tembaga
  • Warna daun merah tembaga cerah, panjang daun lebih kurang 5 inci, berbentuk semak dengan tinggi 4 kaki. Varietas yang bagusGodsefiana (warna dasar hijau dengan pinggiran putih) Musaica (merah, kuning dan perak)
Tips:
  • Suhu hangat, 65-80 F
  • Cahaya penuh sebaiknya bukan matahari langsung
  • Pemberian air secara teratur agar media tetap lembab
  • Penggantian media 1 kali setahun
  • Perbanyakan dengan stek batang

Minggu, 12 Mei 2013

TANAMAN HIAS Kelompok Dracaena


Dracaena merupakan tananan daerah tropis. Di Indonesia beberapa jenis dracaena masih dianggap tanaman liar/tanaman pekarangan yang kondisinya kurang terpelihara sehingga tidak terlihat keidahannya. Di Inggris maupun Amerika, dracaena mulai menjadi tanaman hias yang digemari. Dracaena banyak digunakan untuk menghiasi rumah model kontemporer maupun model hi-tech. Namun sebenarnya tanaman ini sudah dikenal sejak jaman Victoria.
Tips:
Menyukai kondisi hangat dengan suhu minimal 55 FCahaya ternaungi, D. terminalis membutuhkan cahaya yang banyakJaga media tetap lembabPengkabutan secara teraturPenggantian media 2 tahun sekali
Perbanyakan dengan stek batang, atau pun penanaman mahkota.
Tipe:
  • Dracaena deremensis, pertumbuhan lambat, tinggi tanaman bisa mencapai 4 kaki. Varietas Janet Craig warna daun keseluruhan hijau tua dengan garis-garis vertikal, Bausei mempunyai dua garis putih lebar di bagian tengah, Warnecki, dikelilingi pita putih  di bagian tepi daun. Varietas Green StripeWhite Stripe dan Yellow Stripe mempunyai garis-garis tepi warna hijau, putih maupun kuning. Varietas Compacta mempunyai bentuk yang padat sehingga cocok untuk ruangan berukuran kecil.
  • D. marginata, jenis ini daapat mencapai ketinggian hingga 10 kaki, daun berbentuk kecil, panjang.  Species dasar memiliki daun waarna hijau dengan tepi merah. Varietas Tricolor mempunyai 3 warna yaitu kuning, hijau dan merah sehingga menghasilkan efek hijau keemasan. Varietas Colorama mempunyai pita tepi warna merah yang dominan sehingga secara keseluruhan tampak kemerahan.
  • D. draco = Dragon Tree, termasuk kelompok dracaena yang besar, namun bila ditanam tingginya hanya mencapai 4 kaki. Daun berwarna hijau, dengan tepi merah bila memperoleh cahaya yang cukup. Pada daun yang sudah tua, daun akan melengkung ke arah bawah.
  • D. sanderiana = Ribbon Plant, daun berwarna hijau keabuan, tidak terlalu menyebar, ketinggian maksimum 2-3 kaki. VarietasBoriquensis mempunyai tepi daun warna hijau muda.
  • D. reflexa = Plomele reflexa, tanaman ini mempunyai batang yang lemah dan agak sulit tumbuh, membutuhkan kelembaban udara tinggi, tipe Variegata mempunyai tepi daun kuning.
  • D. godseffiana, mempunyai bentuk yang berbeda dengan dracaena yang lain, jenis ini berbentuk semak dengan bentuk daun oval. Tanaman ini mempunyai banyak cabang, tinggi tanaman bisa mencapai 2 kaki. Daun memiliki bintik-bintik dengan berbagai warna, varietas Florida Beauty  mempunyai bintik krem yang cukup banyak sehingga warna daunnya lebih terlihat krem daripada hijau.
  • D. fragrans, tanaman yang terlihat solid ini pada bagian ujung atas memiliki kumpulan daun mengkilat yang berbentuk mahkota, daun lebar dengan panjang daun sekitar 4 inci. Varietas Lindenii dan Victoria mempunyai warna tepi daun hijau, tengah kuning.

Sabtu, 11 Mei 2013

Tips Membeli Anthurium



Anthurium punya banyak ragam, jenis, nama populer, selain nama-nama lokal dan ukuran bermacam-macam. Misalnya saja, jangan sampai Anda membeli anthurium indukan setingi satu meter dengan bentangan 1,5 meter, jika rumah Anda sempit. Atau, hanya karena murah, Anda membeli bibit yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran untuk merawatnya. Orang lain menyebut Anthurium golok, tapi Anda menyebut pedang, atau tombak. Anda menyebut ular kobra, tapi orang lain menganggapnya berbentuk ular sanca. Pusing kan?

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika tidak ingin sesat di jalan:
Tanaman anthurium banyak jenis dan ragamnya. Demikian juga sosok atau ukurannya. Ada yang kecil ada yang besar. Tentukan dulu ukuran anthurium jenis yang ingin Anda belidengan menyesesuaikan tempat yang Anda miliki. Jangan sampai Anda membeli anthurium indukan setingi satu meter dengan bentangan 1,5 meter, jika rumah Anda sempit.
Anthurium memiliki banyak nama, termasuk memiliki nama-nama yang populer. Jangan hanya membeli nama. Ingat, yang Anda beli adalah tanaman. Jadi belilah hanya tanaman yang sehat, yang menurut hati nurani Anda bagus, apa pun jenis anthuriumnya. Nama besar tapi anthurium tersebut tidak sehat, tidak berarti apa-apa.
Tanaman anthurium banyak menggunakan nama-nama lokal yang umumnya sekadar menunjukkan bentuk yang menyerupai sesuatu. Terus terang, hal seperti ini bisa sangat subyektif. Orang lain menyebut Anthurium golok, mungkin saja Anda menyebut pedang, atau tombak. Anda menyebut bentuknya seperti ular kobra, tapi orang lain mungkin menganggapnya berbentuk ular sanca.
Anthurium termasuk tanaman yang membutuhkan waktu lama dalam pertumbuhannya, sejak dari bibit sampai menjadi tanaman yang sedap dilihat. Jangan hanya karena murah, Anda membeli bibit anthurium, apalagi yang masih dalam bentuk kecambah. Dibutuhkan waktu lama dan kesabaran untuk merawatnya. Anda harus menimbang kemampuan tersebut. Betapapun, kalau Anda mantap, dan ada uang, belisaja tanaman dewasa. Tanaman dewasa umumnya sudah enak dilihat: tumbuh kompak, subur, kuat dan bisa langsung dipajang (atau bahkan bisa langsung dijual lagi, jika ada untung).
Anthurium punya banyak ragam..Beli hanya di nursery langganan yang terpercaya, untuk menjamin Anda membeli tanaman yang bagus. Atau jika Anda memburu anthurium jenis tertentu, Anda tidak tertipu.. Sedikitnya, kalau salah, Anda bisa komplain.
Jangan malu bertanya tentang segala sesuatunya, seperti cara perawatan, pemupukan dan lain sebagainya. Malu bertanya sesat di jalan. Nursery terpercaya adalah nursery yang bisa dan siap menjawab setiap pertanyaan Anda.

Senin, 04 Maret 2013

Topiari, Seni Pangkas Eropa Kuno



Kira-kira sepuluh atau lima belas tahun lalu, tanaman pangkas bisa dijumpai hampir di tiap halaman rumah. Tinggi atau rendah, rata-rata tanaman yang dibentuk bulat di masa itu, dikenal sebagai tanaman pangkas.

Sekarang pun tanaman pangkas masih digemari. Di sentra tanaman hias kini banyak ditawarkan tanaman pangkas yang dibentuk mirip hewan seperti rusa dan kelinci. Ada juga yang bersosok tanaman “biasa” setinggi 1 – 1,5 m, dengan beberapa cabang dan daun-daun di cabang tersebut sengaja dibentuk sebagai bulatan-bulatan yang ukurannya sama atau bervariasi. Tentu saja tanaman hias pangkas seperti ini punya daya pikat tersendiri, karena kehadirannya dalam sebuah taman bisa berfungsi sebagai point of interest.


Banyak pedagang tanaman hias yang menyebut tanaman pangkas ini sebagai “bonsai”. Padahal, bonsai bukan istilah yang tepat bagi tanaman yang sengaja dipangkas untuk memperoleh suatu bentuk tertentu.Yang disebut bonsai adalah tanaman yang dihambat pertumbuhannya sehingga tetap kerdil di usia dewasa. Selama pertumbuhannya, tanaman bonsai sengaja dipangkas atau dibentuk khusus, dan umumnya selalu ditempatkan dalam sebuah wadah, sejak masih berusia muda.


Sebenarnya yang kita kenal sebagai tanaman pangkas, dalam istilah gardening dari Inggris sono, dikenal dengan sebutan topiary. Ini merupakan seni memperindah tanaman (dengan sengaja dipangkas atau dibentuk) yang diadaptasi dari tanaman hias pada taman gaya geometris Eropa di jaman Renaissance. Di jaman tersebut taman-taman istana para raja dan bangsawan Eropa hampir seluruhnya ditata secara geometris. Contoh taman geometris yang sampai sekarang masih dilestarikan bahkan dijadikan obyek wisata adalah taman Istana Versailles di Perancis yang diwujudkan oleh Raja Louis XIV.

Jika kita menyusuri taman tersebut, tanaman di sebelah kiri dan kanan kita terdiri dari jenis tanaman yang sama dan dipangkas rapi dengan bentuk yang sama pula. Ada yang berbentuk bulat, kerucut, prisma, atau segi empat (kubus). Border atau tanaman pembatasnya pun dipangkas rapi dengan bentuk-bentuk tertentu. Prinsip taman gaya geometris ini mengacu pada keteraturan yang simetris.

Seperti halnya mode dalam dunia fashion yang terus “berputar”, gaya tanaman pangkas Eropa abad XIV kembali disukai dan kini mulai dihadirkan di Indonesia.

Di alam ini ada jenis tanaman yang memiliki pesona arsitektural yang menawan, baik saat ia masih muda, maupun setelah ia tumbuh menua. Tanaman tersebut antara lain kamboja, flamboyan, palem, cemara, dan yuka.

Tetapi ada pula tanaman yang setelah melewati usia pertumbuhan tertentu, keindahan struktur aslinya akan memudar, bahkan tampilannya makin berantakan. Jenis-jenis tanaman ini, terutama yang memiliki banyak cabang dan ranting berdaun kecil-kecil, lebat, dan rapat, sangat cocok bila dibuat topiari. Contoh tanaman seperti ini adalah teh-tehan, ficus (beringin), mirten, jeruk kingkit, sianto, bogenvil, cemara, bambu, azalea, soka, kemuning, cendrawasih, dan gardenia.

Baik menggunakan jenis tanaman berbunga ataupun tidak berbunga, topiari perlu memperoleh cukup sinar matahari. Sinar matahari pagi (hingga pukul 11.00) akan membuat topiari tumbuh subur, daun-daunnya hijau mengilat, rimbun, dan rajin berbunga.

Bila Anda memakai jenis tanaman tidak berbunga, topiari boleh ditempatkan di teras atau di bawah teritisan. Pastikan bahwa untuk satu - dua jam, tanaman tersentuh sinar matahari pagi, atau seminggu penuh dipindahkan ke lokasi lain yang mendapat sinar matahari. Bila terlalu lama di tempat teduh, topiari akan tumbuh tidak sempurna dan mudah diserbu oleh kutu-kutu putih, yang merusak pucuk-pucuk tanaman dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan atau mematikan pucuk-pucuk tanaman.

Tanaman topiari yang ditanam dalam pot besar, sebenarnya tidak memerlukan media tanam yang jumlahnya sama dengan volume pot. Sepertiga hingga sebagian pot bisa diisi dengan batu karang atau batu apung. Selain membuat struktur poros pada media, kedua jenis batu tersebut ringan, sehingga memudahkan pot berisi tanaman dipindahkan atau digeser ke lokasi lain.

Perhatikan bahwa pada dasar pot harus terdapat lubang-lubang yang cukup banyak agar kelebihan air penyiraman bisa mengalir keluar dengan sempurna. Dan jangan lupa mengganjal pot tanaman topiari dengan batu bata atau batako, agar pot tidak langsung menempel di tanah. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah kelebihan air siraman menggenangi pot.

Topiari harus disiram sesuai kebutuhan. Dua kali sehari bila di tempatnya topiari memperoleh curah sinar matahari dari pagi hingga lewat tengah hari. Atau cukup satu kali di sore hari bila topiary hanya memperoleh curah matahari pagi selama 1 – 2 jam saja.

Jadwalkan pemangkasan secara rutin (setiap 2 – 3 bulan) agar bentuk tanaman selalu stabil. Selain itu sesekali perlu dilakukan penggemburan media tanah. Untuk pemupukan, gunakan pupuk yang kandungan N (natrium) dan K (kalium) lebih tinggi dari pada unsur P (phospor) untuk merangsang kesehatan akar dan daun.

Bila terlihat selaput-selaput putih mirip kapas halus pada dahan, ranting atau daun, semprotkan obat anti–jamur sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasan untuk membasmi kutu-kutu putih tersebut.

Sumber : Tabloid Rumah

Jumat, 01 Maret 2013

Adenium Bonggol, Layak Dikoleksi

Bonggol-bonggol adenium itu terlihat seksi. Laiknya model yang berjalan di atas catwalk, bonggol indah itu pantas dijuluki tanaman hias yang eksotis.



Demam adenium masih merajalela. Tanaman yang akrab disapa kamboja Jepang ini memang tak ada matinya, masih saja menjadi primadona. Apalagi jika ia punya bonggol yang indah dan meliuk.

Wajar bila adenium masih digemari sejumlah penghobi. Harganya bisa ratusan ribu, bahkan jutaan per pot. Apalagi bila ia memiliki bonggol indah yang meliuk, menekuk, membulat, dan membengkak, harganya bisa mencapai Rp 2 – 3 juta per pot. Anda pun bisa menciptakan bonggol-bonggol indah itu sendiri. Yang penting Anda sabar dan tekun.

Adenium (Plumeria Acuminate Varadenium) dikenal juga dengan nama kamboja Jepang. Namun, kendati ada embel-embel ‘Jepang’ di belakang namanya, ia bukan dari Jepang, melainkan Afrika. Di tanah asalnya, adenium hidup di padang pasir. Toh, ia mampu berbunga lebat. Warna bunganya pun warna-warni, sementara akarnya membesar, membentuk bonggol yang tak kalah menawan.

Bibit dari biji akar adenium membesar bak umbi. Bentuknya meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri, saling berhimpitan, sehingga terlihat artistik. Membesarnya akar hingga berupa bonggol tergantung umur dan asal bibit. Bonggol akan lebih cepat nongol dan artistik bila ia berasal dari bibit biji.

Pada usia 2 – 3 bulan sejak penyemaian biji, pangkal batang tanaman sudah kelihatan membesar. Pangkal batang tersebut berbentuk bulat seperti bawang merah. Cara stek atau cangkok, kendati bisa juga membentuk bonggol, butuh waktu cukup lama. Itupun hasilnya kurang bagus.

Buah adenium terletak di ujung tunas, tumbuhnya berpasangan (dua buah) dengan bentuk buah pipih panjang. Warnanya hijau ketika muda, lalu berubah coklat ketika dewasa. Di dalam buah inilah, terdapat biji-biji. Satu buah adenium berisi sekitar 20 – 40 biji. Biji-biji inilah yang kelak akan disemaikan.

Ikuti beberapa langkah agar adenium berbonggol artistik :
Buang bulu-bulunya, lalu kering dan anginkan selama sekitar 2 jam.
Siapkan media tanam berupa pasir kasar, arang sekam, dan pupuk kandang (1:1:1). Media harus porous (tidak mengikat air). Lalu, campurkan merata dan masukkan ke dalam polybag atau pot.
Buat lubang tanam sedalam 0,5 cm persis di tengah-tengahnya. Setelah itu, masukkan satu biji untuk satu polybag. Posisi biji horizontal. Lalu tutup dengan media tanam.
Semprot air merata dan letakkan di tempat teduh. Jaga jangan sampai media tanam kering. Rajinlah menyemprot air. Lazimnya, setelah 2 minggu sejak penyemaian, akan tumbuh tunas.
Setelah 3 bulan, pindahkan bibit adenium ke pot. Anda tinggal menunggu hasilnya. Selamat mencoba.

Pangkas bak Bonsai

Memangkas adenium mutlak hukumnya. Jika tidak, bisa-bisa cabang tumbuh memanjang tak beraturan, kurus, dan enggan berbunga. Pemangkasan akan mempercantik penampilan tanaman, selain juga agar rajin berbunga, sekaligus memutus serangan hama penyakit.

Usai dipangkas, bonggol pun akan membengkak dan meliuk-liuk, berbatang pendek, pertumbuhan tunas dan daun menjadi kompak. Adenium pun akan mirip bonsai.

Rabu, 27 Februari 2013

CARA Pembiakan Bonsai dari Stek

Stek kayu lunak menggunakan kayu tangkai baru yang harus dipotong pada awal musim panas dan harus disimpan di tempat tertutup yang lembab sampai akarnya tumbuh.


  1. Stek kayu keras menggunakan tangkai dewasa dan dipotong dari tangkai yang tumbuh pada tahun itu juga walaupun pada beberapa jenis pohon akarnya bisa tumbuh dari cangkokan kayu tangkai yang berumur dua tahun atau lebih.
  2. Stek akar cocok untuk spesies yang secara alamiah menanggalkan tangkai-tangkai tunas sekunder dari batang akar. Batang akar yang tebalnya sampai 7,5 cm bisa dipotong saat musim hujan.

Minggu, 24 Februari 2013

Kaki Pot Memperindah Penampilan Tanaman

POT tanaman hias dan bunga akan tampak indah penampilannya apabila diberi kaki. Pot bunga dan tanaman hias yang berkaki ini akan menambah dekorasi sebuah ruangan tamu atau teras rumah. 


UNTUK memasang kaki pot, diperlukan kemampuan tersendiri untuk memilih kaki pot agar selaras dengan pot berisi tanaman hias dan bunga mawar atau anggrek yang akan diberi kaki. Pot berkaki akan tampak lebih indah penampilannya. 

Hal itu, misalnya, dilakukan Ny Marlina (50). Warga yang tinggal di sebuah perumahan di Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor, itu menata ruang tamunya dengan menempatkan pot tanaman hias dengan kaki pot jangkung (ukuran 80 cm) di sudut ruang kosong. 

Pot tanaman hias berkaki jangkung itu menambah sudut ruangan sekitar menjadi enak dipandang. Selanjutnya, sebuah pot kecil berisi tanaman hias diletakkan pada kaki pot yang berbentuk sepeda ukuran kecil di atas meja. Kaki pot berbentuk sepeda dengan menopang pot kecil berisi tanaman hias ini menjadi hiasan meja. 

Kemudian, pot berisi tanaman suplir dan tanaman lainnya juga diberi kaki pot, diletakkan di teras rumah di bawah jendela. Selain memperindah penampilan pot, kaki pot juga berfungsi mengikat pot agar lebih kokoh. Pemasangan kaki pada pot ini juga dimaksudkan agar air yang merembes dari bawah pot seusai disiram tidak membasahi lantai. Sebab, di bagian bawah kaki pot ini dibuatkan tempat tatakan piring cekung untuk menampung rembesan air. 

“Selain itu, tak membutuhkan tenaga untuk memindahkan pot tanaman karena tak usah diangkat, cukup digeser saja, kalau ingin membersihkan,” kata Ny Marlina. 

Ny Marlina membeli kaki pot dari temannya, Ny Sianiwati, perajin pemula bidang kaki pot dengan harga relatif murah. Dari ukuran kecil seharga Rp 10.000 per buah, menengah Rp 25.000 per buah, sampai Rp 50.000 per buah untuk kaki pot jangkung ukuran 100 cm. 

KAKI pot buatan Ny Sianiwati, yang juga tinggal di daerah Cipaku, dibuat dengan bahan kawat sampai besi beton berukuran 10 milimeter. Aneka bentuk kaki pot dibuat sesuai selera konsumen. Kaki pot tersebut dilapisi bubuk plastik dengan warna hitam sehingga tahan karat. Kaki pot berwarna hitam yang banyak diproduksi sesuai dengan keinginan konsumen. 

Aneka macam kaki pot banyak dijual penjual tanaman hias di Jakarta, Bogor, dan daerah lainnya. Harganya tergantung dari ukurannya dan kualitas produknya. 

Pot berkaki dapat ditempatkan di mana saja, kapan saja anda suka, untuk memperindah ruangan atau teras rumah. 

Meski demikian, diperlukan kejelian menata ruangan dengan pot tanaman hias yang berkaki. Pilih jenis tanaman hias dan pilih kaki pot yang sesuai. Untuk tanaman hias, belilah sebatas kemampuan untuk menghias ruangan taman atau teras. Tak perlu membeli tanaman hias yang mahal harganya. Sebab, tanaman hias yang murah harganya tetap memukau. Ia tak kalah menarik dan menawan dengan yang mahal harganya bila ditata dengan apik. Meski demikian, jangan asal memasang kaki pot. Sebab, kalau sembarangan memasang kaki pot, kenyamanan dan keindahannya tak akan bisa dinikmati. (PUN) 

Sumber : Kompas

Kamis, 21 Februari 2013

CARA Pembiakan Bonsai dari Biji


Sebelum membeli biji, pastikan apakah spesiesnya sudah cocok. Informasi dapat kita peroleh dari iklan di majalah pertanian.

Gunakan tanah yang banyak pasirnya tetapi tanpa pupuk tambahan.
Biji yang berkulit keras akan lebih cepat berkecambah apabila kulitnya sedikit diretakkan atau disayat.
Biji-biji sebagian besar spesies tanaman keras perlu dipersiapkan kondisinya terlebih dahulu agar bisa berkecambah. Cara terbaik adalah dengan menyemainya di luar ruangan. Bila ingin menyemainya di dalam ruangan, campurlah biji dengan pasir yang agak kering dalam satu baki besar dan masukkan dalam lemari es selama beberapa minggu. Biji pohon maple bisa berkecambah selama dua minggu meskipun disimpan dalam lemari es.
Bila kita menyemai biji di dalam ruangan, kuatkan dulu benihnya sebelum ditanam di luar secara permanen.
Biji dari beberapa spesies membutuhkan cukup lama untuk berkecambah.

Penyemaian:
  1. Setelah dibersihkan tanamlah biji dalam sebuah baki yang telah diisi lapisan kompos yang baik. Aturlah dengan jarak yang sama. Biji yang keras akan berkecambah lebih baik jika kulitnya dipecahkan atau disayat dengan pisau tajam.
  2. Tutuplah biji dengan kompos setebal biji. Jangan tekan kompos biarkan tetap longgar agar biji bisa bernafas.
  3. Baki biji harus disemprot dengan air. Bisa juga diberikan fungisida berbasis tembaga seperti senyawa cheshunt yang akan membantu mencegar pembusukan biji maupun mencegah penurunan kekuatan bibit yang dihasilkan.
  4. Tutuplah baki tetapi biarkan lubang ventilasi tetap terbuka. Letakkan baki di luar ruangan agar biji beradaptasi dengan perubahan suhu udara.

Selasa, 19 Februari 2013

Mandevilla Sanderi Tanaman Rambat Yang Berbunga




Tanaman rambat banyak digunakan sebagai naungan dan juga menjadi penutup dari satu tempat yang dirasa membutuhkan pelindung dari sinar matahari. Banyak macam dan ragam tanaman hias namun yang mampu berbunga lebat dan punya warna yang indah jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya adalah Mandevilla Sandersi tanaman rambat berbunga dengan banyak pilihan warna.

Tanaman rambat memang banyak digunakan untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Disitu memang tanaman rambat akan lebih mendukung konsep tersebut karena mampu tumbuh rimbun dan mempunyai bunga yang berwarna cerah. Kesan yang muncul selain teduh juga mampu memberikan kombinsai warna yang menawan. Mandevilla sendiri disebut juga sebagai bunga terompet karena bunga yang muncul mirip seperti terompet. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kombinasi warna yang beragam mulai dari merah, putih, dan pink. Bentuk kelopak juga cukup beragam salah satunya mampu tumbuh menumpuk seperti halnya adenium dokson atau bunga mawar. Tanaman yang cukup melegenda di dunia landscapedan eksterior ini mempunyai karakter membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh. Kondisi ini tentu sangat cocok dengan fungsi tanaman sebagai naungan. Apalagi bila lokasi rumah berada di daerah perkotaan yang punya suhu udara sangat panas.

Menurut Badrun Sutiyuko dari Aghissa Florist Banjarmasin yang menjual mandevilla, tanaman ini meski berasal dari wilayah yang dingin namun bisa tumbuh baik dengan lingkungan yang panas. Bahkan semakin banyak terkena sinar matahari warna yang muncul akan makin cerah. Secara fisiologis tanaman ini hampir tidak berbeda dengan tanaman merambat lainnya yaitu punya batang yang menjulur dan akar yang menempel pada tempat naungan. Kelebihan yang paling menonjol pada tanaman ini adalah bentuk bunga yang cukup besar. Meski disebut juga sebagai bunga terompet namun bentuk kelopak bunga juga hampir mirip dengan kembang sepatu (hibiscus rosa-sinensis L.)

Tanaman yang di luar negeri juga disebut sebagai brazilian jasmine ini punya bentuk yang cukup menarik dimana untuk kelopak bunga akan memutar dan menutup satu dengan lainnya. Bunga akan muncul diujung tangkai sehingga semakin rimbun tanaman maka bunga akan muncul makin banyak dan serempak (bunga kompak).

Pada bagian daun mandevilla punya karakter yang meruncing dengan serat daun yang menonjol. Disini daun yang tumbuh tidak terlalu mendominasi dibandingkan mekarnya bunga. Tidak seperti tanaman rambat lainnya yang lebih mendominasi adalah daun sementara bunga hanya muncul di beberapa bagian saja.

Suka Panas
Tanaman yang masuk dalam keluarga apocynaceae ini memang membutuhkan sinar matahari secara penuh untuk tumbuh. Sehingga saat menanam mandevilla diusahakan menghadap ke arah timur atau barat untuk mendapatkan sinar matahari yang bagus. Keunikan lain tanaman ini adalah mampu berbunga terus tanpa henti dalam satu tahunnya.

Untuk kelangsungan hidup tanaman ini juga mampu tumbuh dengan baik meski sudah berusia antara 3-4 tahun. Jelas kelebihan ini jauh dari jenis tanaman lainnya yang mati setelah berbunga. Bahkan selain merambat mendevilla juga bisa tumbuh secara menjuntai karena mempunyai batang yang lemas.

Perawatan tanaman ini hanya perlu sinar matahari penuh dan penyiraman yang rutin. “Bunga akan lebih banyak keluar bila terkena sinar matahari penuh dan air yang cukup,” terang Badrun. Bahkan bila perlu dilakukan penyiraman pada pagi dan sore hari setiap harinya.
Meski bisa tumbuh baik dalam media tanah/tanpa pot namun bila memungkinkan lebih baik di tanam dalam pot. Sebab kondisi dalam tanah tidak bisa diprediksi karena bila terdapat cacing atau mikroorganisme yang merugikan bisa menghambat pertumbuhan. Apalagi bila sudah menyerang akar pasti tanaman tidak akan bertahan lama dan mati.

Media dalam pot bisa menggunakan beberapa campuran seperti kompos, sekam bakar maupun pakis. “Sekam dan kompos lumayan bagus, bisa juga ditambahakan cocopeat bila lingkungan sangat panas,” imbuh Badrun. Yang harus diingat bahwa semakin besar ukuran pot maka akar akan lebih mudah bergerak dan akhirnya membuat tanaman tumbuh lebih sehat.Perlawanan terhadap serangga maupun penyakit setidaknya satu bulan sekali disemprot dengan insektisida. Sementara untuk pupuk bisa mengunakan slow releasedengan kandungan N dan P yang lebih besar atau pupuk daun yang langsung disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. [wo2k]

Cantik Untuk Pagar

Meski banyak difungsikan sebagai tanaman naungan namun tidak baku bahwa mandevilla harus sebagai penahan sinar matahari. Beberapa alternatif penempatan lokasi juga bisa dipilih sebab hasilnya juga tidak kalah menarik untuk menyempurnakan eksterior.

Mempercantik pagar banyak dilakukan dengan menanam mandevilla atau bisa juga di rambatkan pada tiang utama teras rumah. Disitu kesan kaku dari bentuk bangunan akan hilang dengan warna hijau daun bunga yang mekar. Bahkan untuk pagar bisa sebagai penyerap debu yang efektif terutama untuk lokasi hunian di samping jalan raya. Selain itu dengan diberikan tanaman merambat maka kesan kaku dan formal dari pagar akan hilang. Karena dengan munculnya bunga akan menimbulkan kesan adem dan nyaman.
Membuat kreasi sendiri juga bisa dilakukan dengan membuat penyangga yang dibentuk sesuai dengan keinginan. Bahan yang digunakan bisa beragam mulai dari potongan bambu hingga kawat yang dibentuk sedemikian rupa. Selain bambu dan kawat beberap bahan bisa juga di gunakan sebagai penyangga untuk rambatan seperti tali-temali yang tentunya didesain dengan menarik.Kreasi bentuk penyangga bisa dibentuk sesuai keinginan bahkan bisa menyerupai binatang. “Penyangga berbentuk hewan seperti burung maka mendevilla yang tumbuh juga bisa menyerupai bentuk yang sama,” terang Badrun. Kondisi ini memang menjadi salah satu keunggulan tanaman merambat dimana bentuk tanaman akan menyesuaikan dengan media rambatan

Jumat, 08 Februari 2013

HELICONIA YANG SEJUK DAN SEGAR



HELICONIA sp dapat ditanam di sepanjang dinding tembok pembatas lahan. Tanaman ini dapat "mengubah" tampilan tembok yang polos dan kaku itu menjadi tembok yang hijau dan sejuk di mata.

Sebagai tanaman perdu, Heliconia sp memiliki bentuk mirip pohon pisang. Batang nya berpelepah, dan daunnya pun tak ubahnya pisang. Pola hidupnya pun sama. Tumbuh berkelompok dan rimbun. Olehkarenanya, orang pun menyebut Heliconia sp sebagai tanaman pisang-pisangan.

Salah satu keistimewaan Heliconia sp adalah mudah tumbuh dan minim perawatan. Daunnya yang hijau dan bunganya yang oranye dapat mengkamuflase tampilan dinding tembok yang polos. Agar tumbuh subur dan fungsinya maksimal, beberapa hal berikut patut diperhatikan ketika menanam Heliconia sp.
Carilah bibit unggul. Pilihlah heliconia yang masih muda, pelepahnya segar, dan siap berbunga. Untuk memastikan kualitasnya, Anda bisa menanyakan langsung pada penjual.

Persiapkan media tanam. Siapkan tanah gembur dan kaya unsur hara sebagai media tanam. Tambahkan pupuk kandang dan kompos jika perlu. Jangan lupa juga berikan obat anti hama dan anti serangga secara berkala sesuai aturan pakainya.

Lokasi penanaman. Pisang-pisangan tidak cocok ditanam di dalam pot. Ia lebih cocok ditanam secara berkelompok di lahan yang cukup luas. Perhatikan juga intensitas cahaya. Tanaman ini membutuhkan cahaya agar tumbuh subur.

Lakukan pemupukan. Pupuk secara berkala agar daunnya rimbun dan bunganya segar.

Kenali hama pengganggu. Seperti tanaman lain, Heliconia sp juga disenangi hama. Untuk mencegahnya, semprotkan cairan pembasmi jamur, serangga, dan bakteri sesuai aturan pakainya.

Awasi perkembangbiakannya. Pisang-pisangan cepat berkembang biak. Jika terlalu rimbun, lakukan penjarangan. Pindahkan atau buang tunas baru jika populasi tanaman terlalu padat.

Sumber : Properti Kompas.com

Senin, 04 Februari 2013

BERAGAM JENIS TANAMAN PAGAR



Terkadang kita masih susah memilih jenis tanaman untuk pagar. Bisa saja kita memilih jenis tanaman yang sudah ada di seputar kita dan mudah didapatkannya. Sebab pada dasarnya, sekali lagi, yang penting adalah perawatan dan pemangkasan. Beberapa tanaman yang lazim digunakan untuk pagar tanaman antara lain:

1. Beluntas
Tanaman beluntas (Pluchea indica) termasuk suku Asteraceae dan masih sering tampak tumbuh liar di tanah tegal. Beluntas bisa mencipta keindahan saat ditanam sebagai tanaman pagar. Tingginya sekitar 1 - 2 meter, daunnya hijau terang, pinggirnya bergerigi, dan letaknya berseling. Bunga bertandan, warnanya putih agak kecokelat-cokelatan.

Daun beluntas mengandung zat-zat seperti amino (triptofan, treonin, lesusin, isoleusin), lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan C. Oleh sebab itu, daun beluntas dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional, seperti:

Mengusir Bau Badan
Ambil 15 helai daun beluntas yang masih muda, lalu kukus. Santaplah sebagai lalapan.

Menghilangkan pegal-pegal dan demam
Sediakan 15 helai daun beluntas, lalu seduh dengan segelas air panas. Jika sudah dingin, saring dan minum 1 - 2 kali sehari.

Menyembuh ganguan pencernaan
Ambil 8 helai daun beluntas, cuci bersih, lalu letakkan di atas nasi yang akan dibuat tim. Resep ini cocok untuk anak-anak yang terganggu pencernaannya.

2. Kemuning
Tanaman kemuning (Murraya paniculata) sering ditanam di pekarangan rumah, tapi ada juga yang tumbuh liar di antara semak-semak belukar. Kemuning termasuk ta-naman perdu, tingginya sekitar 3 - 7 meter.

Batangnya berkayu cukup keras, berwarna kekuning-kuningan. Kulit batang juga berwana ke-kuning-kuningan. Berdaun majemuk, menyirip ganjil. Bunganya tunggal atau majemuk tandan semu, setiap tandan berjumlah 8 bunga. Daun mahkota bunga berwarna putih. Bunganya sangat harum di senja hari.

Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong, dengan pangkal dan ujungnya lancip dan berwarna merah mengkilap.

Kemuning sangat menyukai sinar matahari. Jadi, cocok ditanam di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Sebagaimana perawatan tanaman hias pada umumnya, kemuning juga perlu disiram dan dipupuk sesuai kebutuhan. Dengan demikian tanaman akan hidup sehat, dan akan selalu berbunga.

Perbanyakan kemuning dapat dilakukan dengan stek batang, pencangkokan, atau dengan bijinya. Ambil biji-biji yang tua, lalu semaikan dalam polybag. Setelah tumbuh sekitar 30 - 50 cm, bibit kemuning dapat ditanam sebagai tanaman pagar.

3. Melati
Dari sekitar 200 jenis melati yang diketahui, baru sekitar 15 jenis saja yang telah dibudidayakan. Tanaman melati (Jasminum sambac) punya banyak manfaat, misalnya sebagai bunga tabur, tanaman hias pekarangan dan pot, bunga taman, industri parfum, dan pengobatan tradisional. Melati termasuk tanaman setahun yang berbentuk perdu tegak atau merambat.

Melati dapat tumbuh sampai ketinggian 2,5 meter, dengan sistem perakaran serabut yang menyebar di dalam tanah.

Bunga tumbuh di atas tunas, berbentuk tunggal atau berkelompok, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam. Setiap tangkai bunga terdiri atas 3 - 15 kuntum bunga bergantung jenis melatinya. Bunga mengeluarkan aroma wangi, sehingga sering dijadikan bahan pewangi rambut, parfum atau minyak, yang diperoleh dengan cara penyulingan.

Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan cara stek, rundukan, atau cangkokan. Dengan ketiga cara ini, bibit akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya.

Tanaman melati mengandung zat-zat bensil, indol, dan livalilasetat. Oleh sebab itu tanaman melati dapat digunakan untuk beragam pengobatan, seperti:

Melegakan sesak napas
Ambil 10 lembar daun melati, lantas rebus ke dalam 3 gelas air sampai mendidih. Sisakan 2 gelas. Bila sudah dingin, saring air rebusan, lalu tambahkan sedikit garam. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Menghilangkan bengkak akibat sengatan lebah
Ambil segenggam bunga melati, lalu remas-remas sampai halus. Tempelkan pada bagian yang tersengat lebah.

Mengurangi produksi ASI
Sediakan segenggam daun melati, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan di seputar payudara setiap pagi sebelum mandi.

4. Soka
Tanaman soka (Ixora spp) termasuk jenis tanaman perdu tegak, dengan tinggi sekitar 2 - 4 meter. Ada beberapa jenis soka yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pagar, antara lain:

Ixora paludosa, jenis soka yang paling banyak ditanam di Indonesia, berupa tanaman perdu, berbunga putih.
Ixora javanica berupa tanaman perdu berbunga merah.
Ixora finlaysoniana berupa pohon kecil, bunganya berwarna putih.

Perbanyakan tanaman soka dapat dilakukan dengan cara stek, pencangkokan, atau dengan peremajaan yang tumbuh sekitar pangkal batang.

Sumber : Tabloid Nova

Teknik mendapatkan dompolan bunga euphorbia



Bunga-bunga menyelimuti setiap tajuknya. Bentuk bunga unik dan warna ngejreng menambah daya tarik pesonanya. Untuk mendapatkan dompolan bunga euphorbia nan cantik itu ada tekniknya.


Kecantikannya semakin menonjol bila didukung dengan sosok tanaman yang seluruhnya optimal, mulai dari batang kokoh, cabang kompak, dan susunan bunga yang bagus. Wajar bila penampilannya mengundang perhatian, sehingga banyak yang meminatinya.

Apalagi ada kepercayaan, keluarnya bunga dapat menggambarkan nasib dan keberuntungan si pemiliknya. Ingin euphorbia Anda berbunga semarak? Mudah, lakukan 6 P, yaitu pemangkasan, penyiraman, pemupukan, penempatan, penyiangan, dan pengendalian penyakit.

A. Pemangkasan

Pemangkasan dapat dimulai sejak euphorbia dalam masa penyuburan. Tujuannya, untuk membentuk tajuk yang seimbang, sehingga terlihat cantik dan mengurangi penguapan. Patokannya mudah, cabang-cabang yang tepat berada di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang sebaiknya dibiarkan, selain itu dibuang saja. Nantinya, tunas baru bermunculan di setiap cabang, sehingga tampak lebih rimbun. Waktu yang pas untuk pemangkasan adalah usai penyuburan dan pembungaan pertama kali. Tepatnya di akhir masa pembungaan pertama. Bunga tua juga harus dipotong untuk memunculkan bunga baru. Bunga mekar selama dua bulan. Setelah itu, warnanya pudar, kusam, dan akhirnya layu.

B. Penyiraman

Agar euphorbia tumbuh prima dan selalu berbunga lebat, sebaiknya deprogram penyuburan-pembungaan-penyuburan-pembungaan, demikian seterusnya. Umumnya, fase penyuburan berlangsung 1-1,5 bulan. Sedangkan pembungaan biasanya berlangsung selama 3-4 bulan. Setelah menjalani masa penyuburan selama 1,5 bulan, sosok euphorbia telah bersalin rupa dengan percabangan banyak dan daun yang rimbun. Itulah saat yang tepat untuk memasuki periode berikutnya, yaitu pembungaan. Saat itu, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Penyiraman dapat diberikan setiap hari dengan memakai sprayer atau gembor, agar cipratan air yang keluar halus, sehingga tidak merusak daun dan memuntahkan sebagian media tanamnya.

C. Penempatan

Penyinaran penuh ternyata merangsang euphorbia berbunga lebat. Untuk itulah, sebaiknya letakkan pot euphorbia di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh dan sirkulasi udara di sekitarnya bagus. Hasilnya, sejak dipindahkan selama seminggu akan muncul bunga-bunga di sela-sela tajuknya. Sebulan kemudian, bunga-bunganya muncul serempak menyesaki setiap daunnya.

D. Penyiangan

Senantiasa menjaga kebersihan adalah salah satu cara agar euphorbia tumbuh subur dan berbunga lebat. Pasalnya, rumput atau tanaman liar lain yang biasanya tumbuh di media tanam akan menjadi pesaing euphorbia dalam penyerapan hara. Bahkan tanaman itu bisa jadi vector atau tempat bersembunyi hama dan penyakit, seperti serangga atau kutu. Untuk itulah gulma harus dicabut, sementara daun yang rontok sebaiknya segera dibuang.

E. Pemupukan

Agar berbunga lebat, euphorbia membutuhkan unsure hara dalam jumlah memadai. Ketika tanaman dipindahkan ke tempat terbuka, berikan pupuk majemuk dengan kadar N rendah, sementara P dan K tinggi. Merknya bermacam-macam, seperti Growmore, Hyponex atau Gandasil. Dosisnya 1 gram/liter/tanaman. Aplikasi pupuk seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam. Perlakuan ini terus dilakukan seminggu sekali. Tingginya kadar P dan K merangsang euphorbia untuk memunculkan bunga. Baru seminggu disemprot pupuk, tanaman ini pun sudah mulai berbunga. Cara praktis dengan menaburkan pupuk lambat urai (slow release), seperti Dekastar, Magamp, dan Osmocote sebanyak 1-2 sendok makan setiap 3 bulan sekali. Dengan cara ini tanaman dapat menyerap hara setiap saat.

F. Hama dan Penyakit

Euphorbia sebenarnya tanaman hias yang bandel dan relatif jarang terserang hama dan penyakit. Meski demikian, tak ada salahnya Anda waspada dengan kehadiran kutu putih (white flies, mealy bug) dan thrips, karena kehadirannya membuat tanaman ini malas berbunga. Untuk memberantasnya dapat menggunakan insektisida, seperti Metindo, Pegasus, dan Agrimex. Frekuensi dan dosis sesuai petunjuk di labelnya. Penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah bakteri Erwinia, penyebab busuk akar yang biasanya muncul di musim hujan. Untuk mencegahnya, lakukan penyemprotan pestisida secara berkala.[ary]

Penanaman Tepat Untuk Euphorbia


Kunci keberhasilan merawat euphorbia ada pada media tanam yang baik. Dengan media tanam yang baik, akan membuat tanaman ini tumbuh subur, sehat, akar kuat, batang kokoh, dan rajin berbunga. Untuk itulah, media tanam harus mengandung unsur hara dalam jumlah memadai. Pot sebagai wadah tanam sebaiknya dipilih yang memiliki drainase baik. Setelah itu, baru memahami cara penanaman yang benar. Berikut cara menanam euphorbia dengan benar
  1. Siapkan pot yang ukurannya sepadan dengan besar-kecilnya euphorbia. Pastikan kondisi pot bersih dan memiliki lubang di bagian dasar untuk membuang kelebihan air.
  2. Masukkan beberapa potongan styrofoam atau pecahan genting yang jumlahnya asal menutup lubang, karena tujuannya untuk mencegah air tidak menggenang di dasar pot.
  3. Isi pot dengan formulasi media tanam yang sudah dibuat, jumlahnya kira-kira separuh pot. Taburkan butiran pupuk lambat urai sebanyak setengah sendok makan.
  4. Ambil bibit euphorbia, lalu bersihkan akar-akarnya. Setelah itu, tanaman siap ditanam.
  5. Masukkan euphorbia ke media tanam dengan posisi tegak. Pastikan akar menyebar merata dan tidak saling melilit atau menumpuk satu dengan yang lainnya.
  6. Isi media tanam hingga penuh, lalu siram air sampai media tanam terlihat padat. Letakkan bibit di lokasi teduh dan aman dari gangguan.

Selamat mencoba

Jumat, 01 Februari 2013

MERAWAT ANGGREK SECARA MASSAL

Awali dengan Mengontrol Lingkungan
Tahukah Anda, kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan spesies anggrek bervarian? Ya, kurang lebih 5000 spesies jumlahnya. Namun banyaknya spesies anggrek di Tanah Air, tak diimbangi dengan pembudidayaann maksimal, sehingga pasokan anggrek dalam negeri minim. Itu terlihat dari sedikitnya orang yang bisa all out di dunia anggrek.
“Kebanyakan orang menyukai anggrek hanya pada saat berbunga. Setelah tanaman tak lagi mengeluarkan bunga, mereka memilih untuk tidak merawat,” kata Pembudidaya Anggek di Malang Jawa Timur (Jatim), Kabul.

Pantas, sedikit dijumpai pembudidaya anggrek di Indonesia. Rupanya, kini masyarakat hanya sebatas penikmat anggrek, bukan pecinta. Tak heran, jika spesies anggrek di Indonesia tak mengalami perkembangan.
Melihat jumlah spesies anggrek di Indonesia merupakan yang terbanyak kedua setelah Vietnam. Itu sudah seharusnya bisa jadi produsen anggrek dunia. Alasan klise tentang perawatan anggrek yang rumit, seakan jadi teka-teki misterius untuk dipecahkan, sehingga peluang untuk dijadikan prospek usaha pun sangat minim.
Namun hal itu dibantah oleh Kabul. Merawat anggrek tak seperti merawat bayi. Bahkan – kata Kabul – anggrek bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan. Mengingat, anggrek merupakan jenis tanaman yang berbunganya tak mengenal musim. Banyak orang yang menjulukinya sebagai bunga sepanjang masa. Memang benar adanya, karena kebutuhan pasokan bunga dunia juga melibatkan jenis anggrek. Terlebih, anggrek potong yang dimanfaatkan sebagai bunga rangkai.
“Malah saat ini, parcel tak lagi menggunakan makanan atau barang. Bunga pun bisa jadi alternatif. Pesona anggrek juga jadi salah satu pilihannya,” imbuh Kabul.
Melihat itu, apakah antara kebutuhan dan produksi anggrek di Tanah Air bisa berjalan seimbang? Bukan tak mungkin, Indonesia bisa jadi negara pemasok anggrek dunia. Tertarik untuk mengembangkan potensi alam satu ini? Berikut kisi-kisi yang bisa dijadikan landasan sebelum menerjuni dunia anggrek.

Ketahui Karakter

Ini merupakan hal mutlak untuk dilakukan sebelum menekuni budidaya anggrek. Caranya, dengan memperbanyak referensi tanaman setiap jenisnya. Mengingat, masing-masing jenis anggrek memiliki karakter berbeda. Itu bisa dilihat dari faktor lingkungan hidup ataupun keadaan fisiologis tanamannya.
Setiap jenis anggrek memiliki kelebihan dan kekurangan. Terlebih, jika harus pindah lingkungan hidup. Otomatis, tanaman akan berusaha untuk melakukan adaptasi dengan lingkungan baru. Sebab, anggrek habitat aslinya terdapat di hutan tropic. Jadi, sebenarnya bukan hal sulit dalam hal perawatan. Bahkan perlakuan yang terlalu berlebihan, membuat tanaman tak tumbuh dengan optimal.
Kontrol Lingkungan Tumbuh
Jika berbicara tentang budidaya, tentu akan berkaitan dengan jumlah massal. Tentu berbeda dengan cara merawat anggrek dalam jumlah sedikit. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat anggrek dalam jumlah massal. Misalnya, kontrol lingkungan yang diterapkan untuk tanaman, yaitu kelembaban, pencahayaan, dan intensitas angin.
Untuk kelembaban, masih kata Kabul, usahakan agar tanaman tetap dalam kelembaban yang terjaga. Maksudnya, kelembaban efektif bagi anggrek adalah tak terlalu basah ataupun kering. Kelembaban ini bisa dilihat dari media tanam, dimana jika media dalam keadaan terlalu basah akan berdampak pada kebusukan akar.

Demikian halnya jika media terlalu kering, membuat tanaman dehidrasi (kekurangan mineral). Bisa dengan penyiraman yang dilakukan satu kali dalam dua hari ataupun spray untuk setiap hari. Teknik ini bisa dilakukan saat musim kemarau.

Dengan membasahi bagian shading net saat musim kemarau, dijadikan alternatif agar tanaman tetap ada dalam keadaan segar dan teduh. Sedangkan untuk musim hujan, sebaiknya intensitas penyiraman sedikit dikurangi. Itu dilakukan untuk menghindari tingkat kelembaban berlebih.
Selesai itu, teknik pencahayaan untuk anggrek pun perlu diperhatikan. Penggunaan shading net dan plastik ultraviolet (UV) bisa jadi alternatif untuk mengontrol kapasitas sinar matahari yang masuk. Usahakan untuk memberi jarak shading net dengan tanaman – antara 1-2 meter dari bagian atas tanaman. Itu untuk menghindari sengatan matahari yang masuk dan berkaitan dengan pertumbuhan anggrek secara keseluruhan.
Sama halnya dengan pengaturan intensitas angin. Boleh percaya atau tidak, pada dasarnya pertumbuhan anggrek tergantung pada kapasitas angin yang masuk dan menerpa tanaman, dimana angin yang terlalu kencang merupakan salah satu penyebab anggrek tak kunjung mengeluarkan bunga. Idealnya, intensitas angin yang masuk tidak terlalu kencang. Namun bukan juga berarti tanaman tak boleh terkena angin sama sekali.


“Sebaiknya angin yang masuk landai atau sepoi. Maka, penggunaan shading net di bagian tepi berfungsi sebagai penyaring jumlah angin yang masuk,” ujar Kabul.
Teknik Penempatan

Meski terdengar sepele, penempatan untuk tumbuhnya anggrek juga memberi pengaruh yang signifikan bagi perrtumbuhan anggrek. Terlebih, untuk penempatan anggrek dalam jumlah besar, tentu akan memakan banyak tempat. Ada beberapa alternatif dalam hal penempatan tanaman dan tak boleh dilakukan secara sembarang.

Pertama, dengan meletakkan anggrek di bawah (lantai/tanah). Bagi sebagian orang (khususnya yang mengerti kriteria hidup anggrek), cara pertama ini terbilang kontroversi. Alasannya, tingkat kelembabannya sangat tinggi dan akan mengganggu pertumbuhan anggrek. Mengingat, kebanyakan penempatan anggrek ada dalam keadaan digantung atau jauh dari tanah. Namun alasan ini bisa diminimalisir dengan tetap menempatkan tanaman di bawah yang sudah dilapisi plastic, sehingga kelembaban tetap terjaga.
Kedua, dengan membuat rak-rak yang bisa dibuat dengan model barisan rata atau bentuk piramida. Penting diperhatikan jika menggunakan rak model piramida, yaitu membentuknya dengan pola zig-zag, dimana antara rak sisi kanan dan kiri tak sejajar. Itu dilakukan agar sinar yang masuk bisa merata. Sedangkan untuk penempatan jenis anggrek, juga perlu diperhitungkan. Untuk anggrek jenis dendrobium, letakkan pada rak posisi paling atas. Rak tengah untuk jenis phalaenopsis dan vanda letakkan paling bawah. 

Melihat Perputaran Produksinya
Tak bisa dipungkiri kalau sebenarnya komoditas produksi bunga Tanah Air berlimpah ruah. Berdiri di hamparan tanah yang subur, jadi bukti Ibu Pertiwi ini memiliki keragaman hayati. Anggrek jadi contoh kecil dari berjuta-juta kekayaan floranya. Beribu-ribu spesies anggrek yang ada di Indonesia sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal negeri ini sebagai produsen anggrek dunia.
Dari data on-line Dirjen Hortikultura Indonesia tahun 2006-2007, permintaan bunga hias di pasar dunia cenderung meningkat setiap tahun. Meski saat ini negara produsen sekaligus pengekspor bunga hias masih didominasi oleh Belanda yang terkenal dengan bunga tulipnya, pengembangan agribisnis tanaman bunga hias sudah tersebar ke berbagai negara di belahan dunia, seperti Thailand, Singapura, India, dan Indonesia.
Seperti halnya negara-negara produsen bunga lainnya, Indonesia juga berpeluang besar dalam mengembangkan agribisnis sub sektor tanaman hias, baik untuk memenuhi permintaan dalam maupun luar negeri. Itu ditunjang dengan adanya kenyataan bahwa penggunaan bunga potong untuk berbagai keperluan dalam negeri masih mendominasi.
Bahkan di masa mendatang, diramalkan pertumbuhan tingkat permintaan bunga potong di Indonesia bakal meningkat 10% setiap tahun.
Daya serap dan permintaan bunga potong paling potensial adalah masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, dan dan Medan. Namun disayangkan, tingginya permintaan bunga tak dibarengi dengan jumlah penangkar anggrek saat ini. Jika diprosentase, Indonesia hanya memiliki sekitar 30% penangkar dari jumlah total spesies anggrek yang tersedia.
Memang ironis, jika Indonesia harus jadi produsen anggrek dunia untuk saat ini. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersama mewujudkan cita-cita inilah yang jadi kendala dan dilema tersendiri. Namun tahukah Anda, kalau anggrek bisa jadi aset budidaya yang mendatangkan potensi? Percaya atau tidak, di balik keelokan bunga yang bisa dijumpai sepanjang musim ini, anggrek menyimpan peluang usaha menjanjikan. Ingin tahu perhitungan dengan menjadikan anggrek sebagai lahan bisnis dan sekaligus melestarikan spesiesnya?
Pra Produksi
Sebelum melangkah lebih jauh untuk menjadikan anggrek sebagai peluang usaha, hal yang berkaitan dengan kualitas produk sebaiknya perlu diperhatikan. Untuk membuat tampilan anggrek tampil prima dalam skala massal saat dijual sudah kita bahas di Tabloid Gallery edisi sebelumnya (edisi 18, red).
Intinya agar nilai jualnya tinggi, kualitas barang pun perlu diperhitungkan, baik itu dengan tujuan dijual dalam fase bibit ataupun tanaman sudah berbunga,” kata Penangkar dan Pebisnis Anggrek di Malang Jawa Timur (Jatim), Kabul.
Di dalam pengembangan komoditi tanaman anggrek, terdapat kendala-kendala yang menghambat keberhasilan secara umum, yaitu:
1. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas harus terpenuhi teknologinya, yaitu mulai dari teknik budidaya, seperti penggunaan benih yang sehat, penanaman, pemeliharaan, penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) sampai pasca panen.
2. Keterbatasan informasi pasar dan belum adanya kepastian harga (harga selalu berfluktuasi) terkadang menghambat perkembangan produksi dan luas areal.
3. Kurangnya modal yang tersedia serta perlu adanya pembinaan untuk lebih meningkatkan produksi sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan pasar.
Dimana untuk perawatan dan budidaya anggrek juga telah dibahas di Tabloid Gallery edisi 18 lalu. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menjamin suplai komoditi tanaman anggrek, maka perlu dikembangkan sistem budidaya yang sehat sesuai agro ekosistem, seperti menanam dan merawat anggrek sebagai keperluan komersial, maka perlu mempertimbangkan segmentasi pasarnya.
Misalnya, untuk tujuan dalam skala kecil, menengah atau besar. Selain persiapan infra-struktur yang lengkap, seperti bibit, lahan bangunan, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya – diperlukan juga orientasi yang jelas pada jenis produk yang akan diproduksi. Beberapa produk yang dihasilkan dari budidaya anggrek skala komersial antara lain bibit, anggrek dalam pot, dan anggrek untuk keperluan bunga potong.
“Untuk kebutuhan komersial alangkah baiknya dipilih jenis anggrek yang laku dan memiliki nilai tinggi di pasaran, seperti dendrobium, cattleya atau phalaenopsis,” ujar Kabul. [santi]
Analisis Budidaya Anggrek Massal
Setelah kita memahami karakter setiap anggrek yang hendak kita budidaya, barulah mulai memikirkan langkah perhitungan-perhitungan. Berikut perkiraan analisis budidaya bunga anggrek ala Kabul dari Malang (disini, kita menggunakan jenis dendrobium), yaitu:
Pengeluaran Panen Pertama
1. Sewa Lahan (luas 1,25 m x 12 m)/tahun Rp 2.000.000
2. Biaya Produksi
a. Bibit
 Bibit 8 botol @ x Rp 40.000 Rp 320.000
 Akar Pakis 5 ikat (42 lempeng/ikat) Rp 75.000
b. Perlengkapan
 Arang 80 kg @ Rp 1.250 Rp 100.000
 Pot ukuran 15 cm 400 bh x @ Rp 750 Rp 4.500.000
 Gandasil 2 pack @ x Rp 7.500 Rp 15.000
 Kerangka 1 unit bambu Rp 150.000
c. Pupuk
 Furadan Rp 20.000
 Azodrin 1 botol Rp 12.500
 Pupuk Urea 5 kg x @ Rp 2.000 Rp 10.000
 NPK 2,5 Kg x @ Rp 2.000 Rp 5.000 (+)
Total Biaya Produksi Rp 7.207.500
Pendapatan Panen Pertama
Untuk satu pohon atau pot bisa menghasilkan bunga sebanyak 2-3 tangkai bunga, dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan jadi bunga potong pada umur 6-7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali setiap tahunnya. Pada panen ke 2-4 di atas umur 8 bulan, dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga. Harga 1 kuntum bunga mencapai Rp 750 sampai Rp 1000.
 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp 750 Rp 9.000.000
Keuntungan Panen Pertama
Total Pendapatan Rp 9.000.000
Total Biaya Produksi Rp 7.207.500 (-)
Total Keuntungan Rp 1.792.500
Nah, perhitungan tersebut berlaku apabila menjualnya dalam bentuk kuntum bunganya saja. Itu berbeda jika alternatif penjualannya juga dilakukan ketika tanaman masih berada pada fase bibit. Terlebih, jika tampilan anggrek dijual dalam kondisi lengkap dengan batang dan pot bunganya. Tentu itu akan berdampak pada keuntungan yang berlipat. Hal ini dikarenakan harga satu pohon anggrek (dewasa berbunga) mulai dari Rp 50 ribu. Alternatif yang menguntungkan, bukan?




Senin, 28 Januari 2013

Seni Tempel Batang Bonsai

sambungan baru membentuk kontur lebih baik
Perbaiki Batang, Cabang Hingga Akar

Soelistio Sidhi berulangkali mengernyitkan dahi saat menggarap bonsai beringin miliknya. Sebab bentuk batang masih belum bisa sesuai dengan keinginan yaitu besar dan berkarakter. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini mendapatkan ide untuk melakukan tempel batang untuk mendapatkan batang yang lebih berkarakter.
Keluhan tentang kondisi batang yang kurang berkarakter sering menjadi dilema bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah terlihat janggal bila melihat bonsai namun batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab bagaimana pun bonsai selalu mencerminkan pohon tua kokoh dan mampu membuat teduh siapapun menikmatinya.
Teknik tempel ini memang bisa menjadi satu alternatif pengembangan karya seni bonsai untuk memberikan sentuhan baru saat mendapatkan bakalan yang kurang sempurna. Atau bisa juga untuk mengembalikan struktur tanaman yang rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya seni teknik ini tidak haram dilakukan dan berlaku untuk gaya apapun.
Sebenarnya teknik tempel sendiri sudah banyak diaplikasikan dalam dunia bonsai, bagian yang paling populer adalah pembentukan cabang baru dengan teknik tersebut. Disitu pebonsai bisa menentukan atau menciptakan batang baru di bagian tanaman yang diinginkan. Ini merupakan salah satu alternatif untuk menciptaka hasil yang maksimal.
Dalam pengembangannya teknik tempel ini juga bisa di jadikan satu cara untuk memperbesar atau mempergemuk salah satu bagian tanaman terutama untuk batang dan cabang. Disitu ukuran batang maupun cabang yang ingin diperbesar kita tempel dengan batang baru yang mengikuti alur batang lama.
Cara ini dinilai paling evektif karena tidak menghilangkan bakalan namun memberikan ornamen baru untuk gerak dasar yang lebih baik. Karena untuk menunggu tumbuh secara alami jelas tidak mungkin sebab waktunya bisa bertahun-tahun.
Posisi dan Sudut PandangMenentukan Hasil Jadi
Soelistio mengakui dari koleksinya banyak yang dikerjakan dengan tempel batang. Alasannya dengan tempel batang maka kreasi bonsai akan jauh lebih menarik. Karena aliran yang dianutnya universal. “Saya tidak fanatik dengan satu jenis tanaman dan satu aliran saja sebab seni punya penilaian yang universal,” imbuhnya menegaskan.
Memang dalam bonsai kreasi menentukan gaya tetap dari bakalan, nah dalam perjalanannya yang tentunya butuh waktu bertahun-tahun kadang dan cukup sering pebonsai menilai ada kekurangan dari karya yang dibuatnya. Bila dirasa terlalu besar akan lebih mudah yaitu dengan menguranginya namun bila kurang besar lain masalahnya. Karena sebagai mahluk hidup tentu perlu proses pertumbuhan untuk memperbesar.
“Memang dituntut kesabaran tapi bila bisa di lakukan dengan cepat dan bagus kenapa tidak,” tandas Soelistio. Pria murah senyum ini lantas menunjukkan beberapa koleksinya yang dilakukan tempel batang. Contohya pada jenis cemara udang, saat mendapatkan bakalan Soelistio mengaku masih kurang sreg pada bagian batang yang dinilai kurang bagus yang dinamainya seram.
Dari situ akhirnya dicarikan batang dengan jenis yang sama dan di tempatkan berdempetan pada bagian yang diinginkan. Memang prosesnya tidak semudah yang dibayangkan sebab saat penempelan batang besar dan baru harus berdempetan. Caranya beragam ada yang mengikat dengan tali/kawat atau ditekan pada penahan yang di paku langsung ke batang.
Tujuannya sama yaitu untuk menyatukan kambium agar bisa bergabung yang nantinya akan menjadi bagian dari batang besar. Batang sambungan ini diproyeksikan Soelistio untuk mengisi bagian yang kosong, sehingga tinggal menunggu sampai ukuran tepat sebelum digarap. Menunggu besarnya sambungan ini yang membutuhkan waktu cukup lama setidaknya 1 tahun.
Selain batang utama, teknik tempel juga bisa digunakan pada percabangan. “Dimanapun bisa dilakukan sebab teknik ini bisa mengisi bagian manapun,” imbuhnya. Disitu prosesnya memang cukup rumit karena bagian ini berada di atas sementara media tanam jauh dibawah. Jadi tempelan yang diinginkan harus panjang untuk bisa menjangkau media tanam.
Baik Untuk Akar
Selain memperkuat batang teknik ini juga bisa di lakukan untuk memberikan kekuatan baru diakar. Caranya hampir sama yaitu dengan menempelkan batang baru di batang lama. Hanya saja media tanam tidak satu pot dengan bonsainya. Lalu bagiamana batang baru ini bsia tumbuh?, “Buatkan lokasi media tanam baru,” terang Soelistio.
Disitu proses penyambungan batang bertujuan untuk menciptakan akar baru. Tujuannya jelas untuk memperkuat tampilan akar sehingga lebih kokoh. Bedanya dengan tempel batang untuk akar media tanam dipisah terutama pada batang besar.
Pola media tanam terpisah sengaja dilakukan pria yang menggarap bisnis advertaising ini. Sebab bila dimasukkan satu maka karakter tempelan tidak akan menonjol. Sehingga dipilih untuk mengeluarkan sambungan dan memberikan nutrisi ditempat lain.
Bila dilihat memang sedikit aneh dimana ada akar yang menjuntai keluar dari pot. “Bila ukuran sudah matang akar yang keluar kita potong dan dimasukkan ke media utama,” imbuhnya. Namun jangan dikira proses ini bisa cepat dilakukan sebab untuk mendapatkan hasil yang sesuai tetap butuh waktu yang tidak sebentar.
Munculkan Kontur Baru
Selain memperbesar batang proses penempelan ini juga akan memperbaiki kontur tanaman untuk menimbulkan kesan tua. Kesan ini akan muncul bila bakalan yang diambil mempunyai bentuk bulat dan halus. Penempalan batang selain mengisi bagian yang diinginkan juga membentuk motif bergelombang.
Kontur ini yang juga membuat batang yang ditempel akan lebih berkesan tua sebab terlihat seperti urat yang menonjol. “Banyak hal positif yang bisa diambil dari teknik ini,” ujar Soelistio. Apalagi caranya tidak terlalu sulit asalkan sudah mepunyai stok tempelan yang beragam. Karena setiap pohon punya kecocokan yang berbeda.
Tidak Semua Jenis Bisa
Meski menjadi satu teknik yang sangat membantu namun tidak semua jenis tanaman bisa dilakukan teknik tempel salah satunya untuk jenis santigi. “Santigi hampir dipastikan tidak bisa dilakukan penempelan,” imbuh Soelistio. Jadi bakalan yang kita dapat tidak bisa diperbesar kecuali menunggu secara alami dan sudah dipastikan waktunya akan jauh lebih lama.
Dari alasan ini yang membuatnya akhirnya mengkoleksi beragam jenis tanaman bonsai. Sebab setiap jenis akan memunculkan karakter yang berbeda. Memang diakui bahwa ada beberapa jenis bonsai yang mempunyak karakter lebih mudah untuk di lakukan kreasi. Contohnya untuk keluarga ficus, seperti beringin, hokian tea dan iprih sementara untuk jenis cemara ada cemara udang dan cemara angin. Untuk jenis ini hampir semuanya bisa dilakukan sambung batang.